Hidup Tak Seindah Sang dibayangkan akan tetapi seindah yang dijalani

Photobucket

Jumat, 27 Februari 2009

mamfaat IT dalam Dakwah


kehidupan zaman sekarang semakin bersaing baik antar individu maupun antar golongan bahkan sampai tingkat antar negara sekali pun terus mengembangkan kualitas yang terbaik bagi negaranya untuk bersaing dengan negara tetangganya dan juga negara yang lainnya. di dunia yang penuh dengan teknologi ini sangat ketinggalan sekali kalau kita tidak mengenal teknolongi walaupun sedikit. sehingga kita harus mampu mengembangkan potensi yang terpendam dalam diri kita walaupun kita tidak tahu banyak tentang IT itu sendiri,

Komputer sekarang bukan lagi sesuatu yang mewah dan mahal. Dan yang lebih penting, komputer kini makin mudah digunakan. itu sebabnya pelajaran mengenai penggunaan komputer mulai banyak diajarkan disekolah-sekolah dasar. Kemampuan menggunakan komputer kini bahkan menjadi prasyarat memasuki dunia kerja. hampir semua lowongan kerja yang dipasang di surat kabar menuntut pelamarnya menguasai kemampuan penggunaan komputer. kalaupun tidak menyebutkan kemampuan tersebut, secara tersirat kemampuan penggunaan komputer merupakan hal yang wajib dimiliki.

Maaf kali ini tidak ngomongin teknologinya. Saya ingin menyoroti segi
manfaatnya, dan ini bukan OOT. Kita semua tahu betapa besar manfaat IT bagi
kehidupan. Terutama dalam hal komputasi dan berbagi informasi.
Kecanggihan komputasi sudah jelas manfaatnya dari apa yg kita tekuni
sehari-hari. Namun khususnya di Tanah Air tercinta ini, manfaat2 IT yg
begitu canggih masih dalam fase potensi. Kenapa demikian?

Ambil contoh internet. Bagi kita yg sehari2 menghuni internet, kita bisa
berbagi informasi dan tukar pikiran saja. Beberapa bahkan bikin kantor di
internet, buka warung di internet, dan belanja di internet.
Pertanyaannya: Potensi manfaat yg begitu besar ini sudah seberapa jauh bisa
dinikmati rakyat? Tetap saja para petani tidak mampu mengantisipasi bahwa
masa panen mendatang bakalan banjir bawang merah dari Brebes. Tetap saja
para petani terkecoh rame2 menanam cabe menghadapi bulan Puasa ini, sehingga
pasar banjir cabe. Padahal mungkin ada di koran, radio dan/atau internet.
Jangankan internet, koran saja nggak nyampai (paling2 di kota). Radio/TV
paling2 nyetel dangdut ato bola. Begitu berita ya klik... dimatiin. Pak
Kades, pak guru, pak carik mungkin baca koran ato nonton warta berita
ekonomi. Tapi ya tidak ada "greget" secuilpun untuk menyampaikan pada
rakyat. Kalo ada kumpulan di balai kantor desa, paling2 membahas K3 dan
ketertiban irigasi. Kalo rakyat yg berinisiatif kumpul, paling2 ngomongin
politik ato protes sesuatu yg hubungannya hanya seputar kecemburuan sosial.
Kelompok pengajian dan majelis taklim ya hanya ngomongin seputar ritual
formal. Apa akal?

Sebagai insan IT, mari kita fokus dari sudut IT. Internet jauh lebih
mudah ketimbang radio, TV maupun koran. Mendah kuatnya ekonomi rakyat
bangkit dari keterpurukan jika setiap wakil kelompok petani dan pedagang
kecil seluruh pelosok Tanah Air tergabung dalam forum ato milis di internet
untuk bertukarpikiran dan berencana secara terpadu. Tapi yg satu ini
justeru yg masih paling jauh. Cita2 pak Ono ingin mengajak 5juta saja
rakyat Indonesia masuk internet masih jauh api dari panggang.

berdakwah itu banyak sekali caranya bahkan sampai tingkat publikasi pun bisa dikatakan berdakwah, kita yang sedikit telah mengenal yang namanya IT harus mampu untuk mengembangkan tingkat kemampuan yang kita miliki sehingga dapat bermamfaat untuk ummat yang membutuhkannya, telah banyak di kemukakan oleh saudara-saudara kita ummat islam bahwa ilmu yang kita ajarkan kepada orang lain yang mana dia belum mengetahui tentang ilmu tersebut maka pahala akan mengalir terus manerus sampai akhir kehidupannya.

0 komentar:

Posting Komentar

kreasi Buah Pikiran Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger