
pada awal datang dan menginjakan kaki ke surabaya saya tertegun, sehingga timbul dalam hati dan akal pikiran mulai bekerja bahwa kota surabaya itu merupakan salah satu kota yang beriklim panas di indonesia. namun dengan hal yang seperti itu tidak membuat hati ini kecut dan berpikiran bahwa perjalanan ini masih panjang dan membutuhkan kesabaran yang tangguh. pada hari itu juga saya menetapakan bahwa saya merupakan salah satu orang pilihan yang mampu untuk beradaptasi di lingkungan yang belum pernah saya tempati selama ini. hingga pada akhirnya saya mendaftarkan diri untuk masuk STAIL(sekolah tinggi agama islam luqman al-hakim) yang mana pada awal smester di kirim di panceng(salah satu kecamatan di kota gresik). ketika hari pertama menginjakan kaki di panceng saya malah lebih tertegun lagi karena iklim yang lebih panas dari kota Surabaya dan juga di sana (panceng) sangat sulit untuk mendapatkan air baik air untuk minum maupun air yang di gunakan untuk mandi karena kita katahui bersama bahwa air itu merupakan salah satu sumber kehidupan untuk hidup di permukaan bumi ini. dan sementara itu saya dan juga teman-teman di sana sangat sulit untuk mendapatka air, maka semua itu merupakan salah atu ujian yang di berikan oleh Allah kepada hambanya agar saya dan juga teman-teman di sana mampu untuk bersyukur kepada Allah atas segala yang di berikan kepada kami saat mengalami hal yang sepaerti itu.
setelah satu minggu waktu berjalan dan selama satu pekan telah kami lewati bersama keadaan masih sama dengan hari-hari sebelumnya
0 komentar:
Posting Komentar